Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 05 September 2012

puisi - aku percaya

aku percaya emosi tertuang lewat tulisan
aku percaya emosi tertahan barisan kata
aku percaya tulisan hitam putih lebih berwarna
aku percaya..
tidak lebih dari kata, yang kutuliskan untuk segenap pelampiasan satu adegan dalam diorama kaku kehidupan.
tidak pernah lebih dari kata, yang aku hapus untuk penuhi kebutuhan hati putih dalam redam kehangatan.
tidak hanya untuk sebuah kata, ketika kutemukan kau dari titik titik buta dalam baris baris kata.
kau!
barisan kata yang belum terbaca, yang terus menikam aku hanya dengan senyum. mengalir dalam pembuluh tanpa terbaca. menyumbat nadi ironi hingga kering lidah untuk memaki.
kau!
bukan barisan kata yang biasa aku cinta. bukan pendiam manja yang berikrar dalam nyanyian memaksa.
tapi membakar bagai picu dalam seonggok buku.
kau...
bidadariku!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar